Minggu, 05 Desember 2010

Lowongan Kerja PT Permodalan Madani Persero

Kami sebuah lembaga Keuangan Milik Pemerintah (BUMN) mengundang putera – puteri terbaik Indonesia yang memiliki idealisme dan integritas tinggi untuk pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK), guna ditempatkan di Jawa Barat (Bandung, Subang, Sumedang, Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar, Cianjur, Sukabumi) dengan posisi sbb :

1. UNIT MANAGER (UM)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan minimal D3 dan usia maksimal 36 tahun
• Diutamakan berpengalaman minimal 2 (dua) tahun sebagai pimpinan unit pembiayaan mikro atau 3 (tiga) tahun sebagai Loan Officer/ Marketing Officer di unit pembiayaan mikro
• Menguasai bahasa dan budaya lokal/setempat
• Berpengalaman memimpin tim
• Diutamakan memiliki customer base dan kendaraan bermotor (SIM C) Tugas dan tanggung jawab :
• Memimpin dan mengelola unit pembiayaan mikro
• Melakukan review dan memutuskan pembiayaan
• Mengembangkan dan mengelola portfolio pembiayaan yang sehat
Tugas dan tanggung jawab :
• Memimpin dan mengelola unit pembiayaan mikro
• Melakukan review dan memutuskan pembiayaan
• Mengembangkan dan mengelola portfolio pembiayaan yang sehat


2. LOAN OFFICER (LO)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan minimal D3 dan usia maksimal 32 tahun
• Diutamakan memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun sebagai credit/loan officer pada pembiayaan mikro
• Menguasai bahasa dan budaya lokal/setempat
• Mampu mengoperasikan komputer MS Office (Word dan Excel).
• Diutamakan memiliki customer base dan kendaraan bermotor (SIM C) Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan proses verifikasi ke lapangan dan mereview aplikasi pembiayaan
• Memberikan rekomendasi pembiayaan kepada Unit Manager
• Menjaga proses pembiayaan agar kualitas pembiayaan tetap sehat
Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan proses verifikasi ke lapangan dan mereview aplikasi pembiayaan
• Memberikan rekomendasi pembiayaan kepada Unit Manager
• Menjaga proses pembiayaan agar kualitas pembiayaan tetap sehat

3. SALES / MARKETING OFFICER (MO)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan minimal D3 dan usia maksimal 32 tahun
• Diutamakan yang memiliki pengalaman minimal 1 (satu) tahun sebagai sales/marketing di pembiayaan mikro atau lembaga keuangan mikro (BPR, Koperasi dan Multi Finance)
• Menguasai bahasa dan budaya lokal/setempat
• Diutamakan memiliki customer base dan kendaraan bermotor (SIM C) Tugas dan tanggung jawab :
• Mencari nasabah baru
• Menjaga hubungan baik dengan nasabah
• Mengembangkan dan mengelola portfolio pembiayaan yang sehat
Tugas dan tanggung jawab :
• Mencari nasabah baru
• Menjaga hubungan baik dengan nasabah
• Mengembangkan dan mengelola portfolio pembiayaan yang sehat

4. COLLECTOR (CO)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan minimal SLTA dan usia maksimal 30 tahun
• Diutamakan yang memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun sebagai kolektor di perbankan/lembaga keuangan mikro/institusi finansial
• Memiliki kendaraan bermotor (SIM C) Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan penagihan rutin ke nasabah
• Menjaga hubungan baik dengan nasabah
Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan penagihan rutin ke nasabah
• Menjaga hubungan baik dengan nasabah

5. SUPPORTING (SU)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan min. D3 Akuntansi/Keuangan dengan pengalaman di Lembaga Keuangan sebagai Staf Keuangan/Kredit min. 1 tahun dan usia maksimal 26 tahun.
• Mampu mengoperasikan komputer MS Office (Word dan Excel).
• Memiliki SIM-C
• Mengerti Akuntansi dan Administrasi Keuangan.
• Memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan administrasi pembiayaan dan kegiatan rutin operasional
Tugas dan tanggung jawab :
• Melakukan administrasi pembiayaan dan kegiatan rutin operasional

6. CASHIER (CS)
Persyaratan :
• Pria/Wanita, pendidikan SMA(K) sederajat dengan pengalaman bidang Administrasi/Keuangan min. 1 tahun dan usia mak. 22 tahun.
• Mampu mengoperasikan komputer MS Office (Word dan Excel).
• Memiliki SIM-C.
• Mengerti Akuntansi dan Administrasi Keuangan.
• Memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Tugas dan tanggung jawab :
• Mengelola pencairan pembiayaan secara akurat dan tepat waktu
• Melakukan transaksi penerimaan setoran
Tugas dan tanggung jawab :
• Mengelola pencairan pembiayaan secara akurat dan tepat waktu
• Melakukan transaksi penerimaan setoran


Jenjang karier yang menantang, Training dan coaching yang berkesinambungan,
Benefit dan Compensation termasuk insentif yang kompetitif.


Kirimkan Surat lamaran, CV, dan pas photo terakhir (4 x 6),
paling lambat 2 ( dua ) minggu setelah iklan ini dimuat,
dengan mencantumkan posisi dan wilayah yang dilamar
pada sudut kiri atas amplop ke :


PT.PNM (Persero) Cabang Bandung
Jl. Ahmad Yani No. 258 Bandung 40271

Mohon Kode Lamaran dan lokasi penempatan ditulis di kanan atas amplop
Contoh : UM - Bandung

Sabtu, 17 April 2010

SQL INJECTION

SQL Injection merupakan salah satu masalah vulnerability dalam security dalam implementasi database. SQL sendiri merupakan singkatan dari Structured Query Languange. Artinya pengelolaan database dilakukan dengan mengirimkan perintah-perintah (queries) yang terstruktur dengan bahasa yang tersedia. Nah, SQL Injection yang secara harafiah berarti penyuntikan SQL memiliki artinya menyisipkan perintah atau query ke dalam query yang akan digunakan dalam database SQL.

Penggunaan SQL sebagai salah satu database management system turut mempopulerkan istilah SQL Injection ini dan menjadikan SQL Injection sebagai salah satu masalah keamanan yang cukup berbahaya bila tidak ditangani dengan serius. Apalagi penggunaan database dengan basis SQL seperti MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL cukup populer dibanding database lainnya.

SQL Injection umumnya terjadi karena ketidaktelitian programmer dalam membuat script yang akan dijadikan query SQL. Dan tentu saja hal ini bukan merupakan sesuatu yang mudah untuk dihilangkan karena setiap programmer memiliki tingkat ketelitiannya masing-masing saat membuat program.

Mari kita lihat contoh penerapan SQL Injection seperti di bawah. Perlu diketahui bahwa contoh yang saya gunakan adalah dengan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.

Seringkali ketika kita akan mengambil data dari database, kita akan menggunakan query seperti

"SELECT * FROM table_user WHERE username = '".$username."';"

Ketika user memasukkan data ke variable $username dengan nilai etersoul maka kode di atas akan berubah menjadi:

SELECT * FROM table_user WHERE username = 'etersoul';

Hasil di atas tampak tidak bermasalah dan dengan mudah sang programmer akan mendapatkan semua data mengenai seorang user dari table_user yang memiliki username = ‘etersoul’. Masalah akan timbul bila seorang hacker (atau user lain) yang mencoba untuk memasukkan nilai ' OR 1 = 1; -- ke dalam variabel $username. Maka hasil dari penggunaan variabel tersebut adalah:

SELECT * FROM table_user WHERE username = '' OR 1 = 1; --'

Query di atas akan mengambil semua data yang terdapat dalam table_user karena terdapat nilai 1 = 1 yang selalu bernilai true. Sedangkan penggunaan -- berguna agar kode setelah tanda tersebut dianggap sebagai komentar (comment) dan tidak dieksekusi oleh SQL. Seorang hacker bisa saja menggunakan data yang telah didapat di atas untuk keperluan yang buruk misalnya menggunakan account user karena password telah diketahui (walau pada kenyataannya saat ini kebanyakan password telah dienkripsi atau diacak sebelum dimasukkan ke database).

Bila contoh di atas tidak cukup, mari kita coba menggunakan '; DROP TABLE table_user; -- sehingga menjadi:

SELECT * FROM table_user WHERE username = ''; DROP TABLE table_user; --'

Setelah query tersebut dieksekusi, maka hilanglah tabel table_user dari database Anda, kecuali Anda memiliki backup atas table itu.

Lalu bagaimana cara mencegah terjadinya SQL Injection ini? Cara yang dapat dilakukan cukup mudah. Di PHP sendiri disediakan fungsi mysql_real_escape_string() yang dapat digunakan untuk “membersihkan” (sanitize) string dengan melakukan escape atau perubahan terhadap karakter-karakter tertentu, misalnya karakter \ menjadi \\, ” menjadi \” sehingga tidak terjadi salah “asumsi” oleh SQL. Sedangkan untuk melakukan sanitize terhadap integer dapat digunakan fungsi intval(). Untuk float dapat digunakan floatval(). Sekarang mari kita lihat kode hacker di atas setelah di-sanitize dengan mysql_real_escape_string($username);

SELECT * FROM table_user WHERE username = '\' OR 1 = 1; --'

atau

SELECT * FROM table_user WHERE username = '\'; DROP TABLE table_user; --'

Yah, sekarang tanda ‘ telah di-escape menjadi \’ sehingga SQL tidak akan menganggap tanda kutip tersebut sebagai bagian dari perintah SQL untuk menutup tanda kutip sebelumnya, melainkan sebagai sebuah karakter.

Untuk bahasa pemrograman lainnya umumnya telah disediakan juga fungsi untuk melakukan escape terhadap string (umumnya fungsi tersebut menggunakan kata escape). Dalam PHP sendiri dapat digunakan mysql_escape_string(), akan tetapi fungsi ini tidak disarankan untuk digunakan karena tidak melakukan escape terhadap beberapa jenis karakter.



sumber : http://etersoul.com/2008/02/20/sql-injection/

KEYLOGGER

Keylogger merupakan sebuah perangkat baik perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan untuk memantau penekanan tombol keyboard. Sebuah keylogger biasanya akan menyimpan hasil pemantauan penekanan tombol keyboard tersebut ke dalam sebuah berkas log/catatan/rekaman. Beberapa keylogger tertentu bahkan dapat mengirimkan hasil rekamannya ke e-mail tertentu secara periodik.

Keylogger dapat digunakan untuk kepentingan yang baik atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan yang jahat. Kepentingan yang baik antara lain untuk memantau produktivitas karyawan, untuk penegakan hukum dan pencarian bukti kejahatan. Kepentingan yang buruk antara lain pencurian data dan password.

Keylogger yang berupa hardware besarnya seukuran baterai ukuran AA. Keylogger jenis ini dipasangkan pada ujung keyboard, sehingga mencegat data yang dialirkan dari keyboard ke CPU. Sementara itu, keylogger dalam bentuk perangkat lunak terpasang di dalam komputerkeyloggersistem operasi Microsoft Windows adalah dengan menggunakan fitur on-screen keyboardosk.exe).



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Keylogger

Selasa, 23 Februari 2010

apa ISDN??apa PSTN??apa VPN??

ISDN – Integrated Services Digital Network memberikan layanan Switched (dialed) WAN digital yang besaran bandwidth nya bisa dimulai dari 64 Kbps dan kelipatannya. Layanan ISDN ini tersebar dimana-2 diseluruh dunia, walaupun ada beberapa bagian daerah yang tidak terjangkau layanan ini. Alasan yang paling bisa diterima dalam pemakaian layanan ISDN (atau system dial lainnya) adalah kebutuhan kita mengirim / menerima data hanya pada rentang waktu tertentu saja, tidak full connection. Dalam pemakaian router sering kali layanan ISDN ini sebagai backup link jika link utama WAN anda putus atau ada masalah. Jaringan ISDN menggunakan technology T-Carrier untuk mengirim data digital dengan cepat dan efficient dimana bisa dilewatkan pada medium jalur telpon anda.
sumber :http://www.sysneta.com/jaringan-isdn

PSTN - Public Switched Telephone Network atau yang biasa disebut jaringan telpon tetap (dengan kabel). PSTN secara umum diatur oleh standar-standar teknis yang dibuat oleh ITU-T, dan menggunakan pengalamatan E.163/E.164 (secara umum dikenal dengan nomor telepon).
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/PSTN

VPN -virtual private network, yaitu jaringan pribadi (bukan untuk akses umum) yang menggunakan medium nonpribadi (misalnya internet) untuk menghubungkan antar remote-site secara aman. Perlu penerapan teknologi tertentu agar walaupun menggunakan medium yang umum, tetapi traffic (lalu lintas) antar remote-site tidak dapat disadap dengan mudah, juga tidak memungkinkan pihak lain untuk menyusupkan traffic yang tidak semestinya ke dalam remote-site.

sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/VPN

Frame Relay

Frame relay merupakan protocol WAN yang mempunyai performance tinggi yang bisa memberikan koneksi jaringan WAN sampai 2,048 Mbps (dan bahkan bisa lebih tinggi) ke berbagai belahan dunia. Frame relay menggunakan circuit virtual untuk koneksi site-2 dan memberikan lebar pipa bandwidth berskala yang bisa dijamin (dengan menggunakan apa yang disebut sebagai CIR- committed information rate). Frame relay begitu popular karena penawaran bandwidth yan berskala melalui jalur digital. Dengan menggunakan konfigurasi standard frame relay akan merupakan cara yang sederhana untuk meminimalkan masalah jaringan-2 frame relay.

Frame relay didesign untuk transmisi digital melalui medium yang sudah handal, yang pada umumnya adalah fiber optic, bandingkan dengan jaringan yang menggunakan X.25 yang pada awalnya didesign untuk jaringan transmisi analog melalui medium yang dianggap tidak handal seperti standard line telpon.

Berikut ini adalah fitur utama dari frame relay:

  • Frame relay memberikan deteksi error tapi tidak memberikan recovery error.
  • Frame relay memberikan transfer data sampai 1.54Mbs
  • Frame relay mempunyai ukuran paket yang bervariable (disebut frame)
  • Frame relay bisa dipakai sebagai koneksi backbone kepada jaringan LAN
  • Frame relay bisa dimplementasikan melalui berbagai macam koneksi sambungan (56K, T1, T3)
  • Frame relay beroperasi pada layer physical dan layer Data link pada model OSI

saat anda menandatangani kontrak berlangganan jasa frame relay, anda akan diberikan level layanan yang disebut CIR – committed Information Rate. CIR adalah batas jaminan maksimal rate transmisi yang akan anda terima dalam jaringan frame relay. Jika traffic jaringan rendah, anda bisa mengirim data dengan cepat seakan melebihi batas maksimal CIR. Jika traffic meningkat, prioritas akan diberikan pada data yang datang dari cutomer dengan CIR yang lebih tinggi, dan rate efektifnya akan drop.

Karena frame relay mengasumsikan medium transmisi yang handal, setiap switch melakukan pemeriksaan error tapi tidak recovery error. Sumber error dari frame relay kebnyakan bukan dari kehilangan paket atau data corrupt, akan tetapi dikarenakan mampetnya jaringan karena kepadatan aliran data. Saat traffic meningkat, switch frame relay mulai merontokkan paket untuk mengejar beban jaringan.

Gambaran berikut ini adalah konsep bagaimana data ditransmisikan melalui jaringan frame relay:

1. Router membuat koneksi ke switch frame relay baik langsung maupun lewat CSU/DSU

2. Jaringan Frame relay mensimulasikan suatu koneksi “selalu on” dengan PVC

3. Outer pengirim mulai mengirim data segera tanpa membentuk suatu sesi

4. Switch frame relay melaksanakan pemeriksaan error tapi tidak memperbaiki error tersebut.

5. Paket yang corrupt akan di jatuhkan tanpa notifikasi

6. Paket akan menjelajah melalu cloud frame relay tanpa adanya acknowledgement

7. Piranti pengirim dan penerima lah yang akan melakukan koreksi error

8. Switch frame relay akan mulai menjatukan paket jika kemapetan jalur mulai terbentuk

9. Kebanjiran atau kemampetan jaringanlah penyebab dari kehilangan paket secara umum pada jaringan frame relay

10. Paket akan dihilangkan berdasarkan informasi pada bit Discard Elligable (DE)

11. Switch frame relay mengirim notifikasi Backward explicit congestion notification (BECN) untuk mengisyaratkan menurunkan rate transfer data.

Frame relay diagram

Frame relay diagram

Frame relay addressing

Frame relay menggunakan Data-link Connection Identifier (DLCI) untuk setiap circuit virtual

1. Range DLCI ada antara 16 dan 1007

2. DLCI mewakili koneksi antara dua piranti frame relay

3. Penyedia layanan frame relay memerikan DLCI saat vitual circuit di setup

4. Setiap DLCI adalah unik pada jaringan local akan tetapi tidak pada jaringan WAN secara keseluruhan.

Local Management Interface (LMI)

LMI merupakan satu set ekstensi management protocol yang mengautomasikan banyak tugas-2 management frame relay. LMI bertanggungjawab untuk memanage koneksi dan melaporkan status koneksi.

1. Memelihara link antara router dan switch frame

2. Mengumpulkan satus informasi tentang router-2 yang lain dan juga koneksi-2 pada jarinan

3. Enable dinamik DLCI assignment melalui support multicasting

4. Membuat DLCI berarti secara global untuk jaringan keseluruhan

Router Cisco mendukung tiga macam LMI: Cisco; ANSI; dan Q933a. jika anda menhubungkan router dengan jaringan frame relay, interface router mempunyai koneksi langsung ke switch frame relay pada sisi penyedia frame relay. Walaupun hanya ada satu koneksi fisik antara router dan frame relay, frame relay mendukung multiple circuit virtual. Ada dua opsi saat konfigurasi koneksi frame relay atau circuit:

1. Point-to-point yang mensimulasikan suatu sambungan leased line- suatu sambungan langsung dengan suatu piranti tujuan.

2. Multipoint, yang menghubungkan setiap circuit untuk berkomunikasi dengan lebih dari satu piranti tujuan. Ciscuit yang sama digunakan untuk multiple komunikasi.

Anda bisa mengkonfigurasikan router dengan multi sub-interface yang mengijinkan konfigurasi circuit virtual, yang masing-2 menggunakan parameter konfigurasi yang berbeda.

Saat mengkonfigurasi router untuk koneksi ke frame relay, nomor DLCI bertindak seperti address pada layer Data link dan layer Physical. Karena frame relay mendukung protocol-2 layer bagian atas, anda perlu mengasosiasikan logical, address tujuan layer network dengan nomor DLCI yang digunakan untuk mencapai address tersebut. Untuk koneksi multiple, anda mempunyai opsi konfigurasi berikut:

1. Asosiasikan DLCI secara dynamic dengan protocol inverse-ARP untuk mendapatkan address tujuan secara dynamic yang diasosiasikan dengan DLCI

2. Petakan addres secara manual ke DLCI dengan mengidentifikasikan address dari masing-2 piranti tujuan, dan asosiasikan setiap address dengan DLCI. Walaupun banyak yang dikerjakan, hasilnya tidak rentan terhadap error dibandingkan jika menggunakan inverse-ARP.

Jika interface atau sub-interface menggunakan koneksi point-to-point, anda tidak perlu mengasosiasikan address layer network dengan DLCI. Hal ini dikarenakan interface dan DLCI yang bersangkutan hanya mempunyai satu kemungkinan koneksi.

Standard minimum frame relay

Ada banyak standard frame relay yang berhubungan dengan jenis encapsulasi data-link layer dan fungsi-2 Local Managemeny Interface (LMI) yang digunakan oleh carrier frame relay modern. Untuk kepentingan organisasi korporasi anda, berikut ini adalah standard minimum frame relay:

1. Jenis koneksi serial yang lebih disukai adalah jenis interface fisik V.35

2. Modus IETF pada encapsulasi frame relay seharusnya dgunakan untuk layanan yang baru untuk menjamin bisa saling beroperasi

3. Jenis LMI pada modus ANSI seharusnya digunakan untuk semua konfigurasi frame relay baru untuk jaminan saling operasi

4. Penggunaan point-to-point sub-interface untuk semua konfigurasi frame relay baru diperlukan untuk meminimalkan masalah koneksi jaringan yang diketahui.


sumber : http://www.sysneta.com/frame-relay

Packet Switching

Packet switching diperkenalkan tahun 1971 melalui proyek ARPA-net (Advanced Research Project Agency Network). Packet Switching telah dikembangkan dan masih dimanfaatkan hingga kini terutama pada jaringan internet.

Ada dua hal yang menyebabkan “packet switcing” diperkenalkan, yaitu:

  • Untuk beberapa koneksi data sebagian besar waktunya berada pada keadaan idle sehingga pendekatan circuit switching menjadi tidak effisien
  • Dalam jaringan circuit switching koneksi yang terjadi memungkinkan dilakukannya transmisi pada rate data yang konstan. Masing-masing perangkat yang berhubungan harus bekerja pada rate data yang sama sehingga dapat membatasi kegunaan jaringanberbagai macam komputer. yang memiliki interkoneksi

Pada teknik packet-switching data yang akan di-transfer dari satu stasiun lain yang jaraknya berjauhan “dibagi” menjadi beberapa paket dengan ukuran tetap dan terbatas, kemudian setiap paket diberi nomor dan alamat.

Setiap paket data akan memilih jalurnya sendiri meuju stasiun tujuan, dengan demikian pada dasarnya beberapa stasiun bisa menggunakan saluran komunikasi yang sama sehingga biaya transmisi data bisa lebih murah

Ada dua pendekatan yang digunakan untuk menyalurkan data dalam teknik packet switching, yaitu pendekatan datagram dan pendekatan virtual circuit.

Pada pendekatan datagram masing-masing paket data diperlakukan secara terpisah, tanpa dikaitkan dengan paket yang sudah lewat sebelumnya. Sebagai akibatnya dapat saja terjadi bahwa paket sampai dengan urutan yang berbeda sewaktu dikirim. Kemungkinan lain adalah beberapa paket hilang di tengah jalan dan tidak sampai ke tujuan. Adalah tanggung jawab stasiun penerima untuk mengatasi masalah yang timbul pada penerimaan data

Pada pendekatan virtual circuit jalur yang akan dilewati telah direncanakan terlebih dahulu sebelum paket-paket data dikirim. Kondisinya mirip dengan circuit switching, namun virtual circuit emungkinkan stasiun lain menggunakan jalur secara bersama, sementara pada circuit switching jalur dikuasai oleh dua stasiun yang saling berkomunikasi.

Perbedaan antara pendekatan datagram dan virtual circuit terletak pada pemilihan jalur (routing). Datagram melakukan routing setiap tiba pada satu simpul sedangkan virtual circuit hanya melakukan routing sekali, pada saat jalur ditetapkan.

Pendekatan datagram lebih fleksibel dibanding virtual circuit, karena pada saat terjadi kemacetan pada simpul tertentu maka routing dapat dipindahkan ke simpul yang lain.

GAMBAR Pewaktuan Packet & Circuit Switching

GAMBAR Pewaktuan Packet & Circuit Switching


sumber :http://teknik-informatika.com/packet-switching/

Circuit Switching

Circuit Switching adalah jaringan simpul-simpul komunikasi yang secara fisik dirancang untuk melaksanakan pemindahan data dari satu simpul ke simpul yang lain hingga tujuan dicapai.

Ada simpul yang terhubung ke simpul lain, tugasnya semata-mata hanya untuk switching data. Simpul lain terhubung ke stasiun, tugasnya selain untuk switching juga untuk menerima data dari stasiun. Jalur-jalur simpul biasanya di-multipleks, baik FDM (frequency division multiplexing) maupun TDM (time division multiplexing). Biasanya jaringan tidak sepenuhnya dikoneksikan, untuk menjaga reliabilitas jaringan, selalu disediakan kelebihan jalur.

Komunikasi melalui jaringan simpul meliputi tiga tahap, yaitu:

* Pembangunan Circuit: circuit atau jaringan simpul yang akan dilewati dari satu stasiun ke stasiun lainnya ditetapkan, misalnya untuk mengirim data dari stasiun A ke stasiun E (lihat gambar yang menyertai posting ini), dapat ditetapkan jalur yang melewati simpul 4, simpul 5, dan simpul 6.
* Transfer data: data kemudian di-transfer melalui circuit yang sudah ditetapkan.
* Diskoneksi Circuit: setelah semua data selesai ditransfer maka sinyal dirambatkan ke simpul 4,5, dan 6 untuk membebaskan simpul tersebut agar bisa dipakai oleh stasiun lain.

GAMBAR Jaringan Circuit Switching Sederhana

GAMBAR Jaringan Circuit Switching Sederhana

Teknologi switching berkembang mulai sistem manual hingga sistem elektronik/digital:

* Manual switch
* Step-by-step switch
* Crossbar switch
* Electronic Common Control (ECC) switch

sumber :http://teknik-informatika.com/circuit-switching/